Walikota Jakpus Berkantor di Monas

04-02-2009 16:59
Saat seseorang menduduki posisi penting pada umumnya selalu ditafsirkan berkantor di ruangan mewah yang dilengkapi berbagai fasilitas. Namun tidak demikian dengan Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni. Sejak mendapat teguran keras dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mantan None Jakarta ini, kini mempunyai kontor baru di sebuah tenda ukuran 3 x 6 meter di sisi barat Monas.

Namun patut dicatat, tidak selamanya orang nomor satu di Jakarta Pusat ini bakal berkantor di Monas, melainkan hanya beberapa waktu saja. Kebutuhan tempat kerja di areal Monas tidak lain untuk membuktikan keseriusan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat memperbaiki berbagai fasilitas Monas yang rusak. Seluruh perbaikan di kawasan itu ditargetkan rampung sebelum dua minggu terhitung sejak Kamis (29/1) lalu. “Sejak kemarin (Selasa-red) saya sudah berkantor di sini. Dengan berkantor di sini, saya bisa terus memantau perbaikan fasilitas Monas yang masih kurang,” kata walikota, di kantor barunya, Rabu (4/2).

Bahkan, di dalam sebuah tenda dengan fasilitas sederhana itu, Sylviana Murni tidak canggung-canggung menerima sejumlah tamu dari berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. “Di ruang ini saya sudah kedatangan sejumlah tamu, diantaranya dari Corporate Forum For Community Depelopment (CFCD) dan dari Emosional Spiritual Quotion (ESQ),” terangnya.

Kedatangan mereka, kata walikota, bertujuan menawarkan jasa kerja sama untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih kawasan Monas. Kendati demikian, tidak semua tawaran itu bakal langsung diterima, melainkan akan dipelajari terlebih dahulu. “Mereka minta dijadwalkan untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih di areal Monas. Sebelum dijadwalkan, terlebih dahulu akan dipertimbangkan dampaknya. Jadi, tidak semua yang ditawarkan langsung kita diterima begitu saja. Kita akan lihat dulu dampaknya,” kata Sylviana Murni.

Sedangkan yang sudah diterima dan telah dijadwalkan, diantaranya kegiatan bersih-bersih oleh siswa SMP dan SMA yang akan dilaksanakan pada hari Minggu 8 Februari 2009. Dan sekaligus apel terkait penilaian program Bangun Praja (Adipura). Kemudian, pada hari Jumat, 13 Februari 2009, akan dilaksanakan senam kesegaran jasmani (SKJ) oleh para Dekel se-Jakarta Pusat dan dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih Monas. Sedangkan, pada hari Minggu 15 Februari 209, akan dilaksanakan kegiatan bersih-bersih oleh para alumni ESQ 165.

Selain menerima sejumlah tamu, di dalam kantor yang berbentuk tenda berwarna putih itu, walikota juga menggelar rapat internal bersama para asisten, camat, dan sejumlah kepala suku dinas. “Ya, tadi saya habis rapat di sini,” kata Sylviana Murni, di dampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tihang Helmi.

Untuk melakukan penataan dan perbaikan sejumlah fasilitas Monas yang rusak, Sylviana Murni mengaku sudah melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat dinas, diantaranya Dinas Kebersihan DKI dan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI. Dinas Kebersihan DKI rencananya akan menambah 200 tempat sampah, sedangkan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI saat ini tengah memperbaiki sejumlah pedestrian dan taman yang rusak.

Jika semua fasilitas yang rusak sudah diperbaiki, walikota berjanji akan segara membuat jadwal pemeliharaan dan perawatan Monas. Dan peninjauan lokasi diwajibkan dilakukan paling lama sebulan sekali. “Modelnya, membagi tugas menjadi empat sektor sesuai dengan jumlah asisten yang ada di jajaran Pemkot Jakpus,” ungkapnya.

Masing-masing asisten akan membawahi dua kecamatan yang nantinya akan bertanggungjawab terhadap sektor yang ditugaskan. “Mereka juga akan melibatkan unsur masyarakat dalam melaksanakan kegiatan bersih-bersih Monas,” tuturnya. Ketika ditanya sampai kapan berkantor di areal Monas, Sylvi mengatakan belum menentukan batas waktunya. “Bisa dua minggu, bisa lebih, enjoy saja,” ujarnya.

Pantauan beritajakarta.com, Rabu (4/2) sejumlah fasilitas Monas yang rusak seperti pedestrian taman sedang diperbaiki sejumlah petugas. Mereka membongkar sejumlah paving block yang rusak dan menggantinya dengan yang baru termasuk menanam rumput taman di tempat-tempat yang gundul.

cid_cd82f8c3fda846bc9db30da5b0212d6ewalikotapusat

Leave a comment »

SDN Petamburan Dapat Bantuan 100 Sepeda

05-02-2009 16:20
Untuk memudahkan siswa menuju sekolah, PT Pertamina melalui program Sepeda Untuk Sekolah (SUS) memberikan 100 unit sepeda ke SDN 07-08 Petamburan, Tanahabang, Jakarta Pusat, Kamis (5/2) siang. Nantinya sepeda tersebut akan dipinjamkan kepada siswa yang tidak mampu selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Pemberian 100 unit sepeda ini bagian dari program SUS membagikan 1.300 unit sepeda ke sekolah yang ada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Bantuan secara simbolis diserahkan Direktur Eksekutif PT Pertamina Ahmad Rizali kepada Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni di gedung SDN 07-08 Petamburan. “Saya sangat menyambut baik program Sepeda Untuk Sekolah ini. Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi siswa khususnya dari keluarga kurang mampu,” kata Sylvi. Diakui Sylvi, masih banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang menemukan kendala, satu diantaranya adalah masalah transportasi.

Dengan adanya bantuan alat transportasi dalam bentuk sepeda yang ramah lingkungan itu, maka siswa akan lebih bersemangat lagi. “Disamping sehat, ke sekolah dengan menggunakan sepeda juga bisa mengurangi polusi. Program ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi emisi gas buang dari kendaraan bermotor,” ujarnya.

Pemberian sepeda dari PT Pertamina sebagai bentuk komitmen Corporate Social Responcibility (CSR) melalui program Sepeda Untuk Sekolah (SUS) yang digelar Perkumpulan Sepeda Sekolah Indonesia (PPSI). Menanggapi bantuan Pertamina pada dunia pendidikan, Direktur Eksekutif PT Pertamina Ahmad Rizali mengaku, prihatin ancaman siswa putus sekolah.

Kendati APBN 2009 dipatok 20 persen untuk pendidikan, tapi ancaman siswa putus sekolah masih mencengangkan. Di tingkat SD/MI setiap tahun tercatat 841 ribu dari 28,1 juta siswa putus sekolah. Di tingkat SMP/MTs setiap tahun tercatat sekitar 211.643 siswa putus sekolah, dan yang paling memprihatinkan sekitar 452 ribu tamatan SD/MI tak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. “Kondisi ini perlu diperbaiki. Keikutsertaan Pertamina Foundation dalam program SUS ini ingin meminimalisir ancaman siswa putus sekolah sekaligus menanamkan program hemat energi sejak dini,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua SUS, Danang Caksono, mengatakan ada sekitar 1.300 sepeda dari PT Pertamina yang akan dibagikan ke sekolah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. “Penyerahan sepeda untuk sekolah kali ini merupakan yang kedua. Pertama sudah dilakukan di Surabaya,” tuturnya.

Riko, siswa kelas VI SDN 07 Petamburan mengaku sangat senang dan menyambut gembira dengan adanya pinjaman sepeda itu. Ia berharap, program ini dapat ditiru oleh perusahan-perusahaan lainnya sehingga lebih banyak lagi siswa yang mendapat pinjaman sepeda. Di Jakarta, siswa dari keluarga kurang mampu bukan hanya ada di sekolahnya saja, melainkan hampir tersebar di seluruh sekolah. Karenanya, ia berharap perusahaan-perusahaan lain dapat mengikuti jejak program PT Pertamina. “Saya berharap pinjaman benar-benar diberikan kepada siswa yang kurang mampu. Jangan asal pinjemin aja. Siswa di sini juga banyak dari keluarga mampu,” tuturnya.

anaksd_dapat_sepeda

Leave a comment »

dsc031461

Leave a comment »

Selama 2008, Jakpus Tertibkan 6.264 Pelanggar dan mendapat 14 Penghargaan.

pfl-slyviana-adrinova Selama 2008, Suku Dinas Ketentraman dan Ketertiban Jakarta Pusat (Sudin Tramtib Jakpus) tak pernah berhenti melaksanakan penertiban berbagai pelanggaran. Sepanjang tahun ini, sedikitnya telah menertibkan 6.264 pelanggar dan 24.027 unit peralatan telah diamankan petugas dari beberapa kegiatan penertiban.

Data Sudin Tramtib Jakpus menyebutkan, dari ke 6.264 orang tersebut terdiri dari 673 PKL, 343 pengamen, 1.096 pedagang asongan, 498 gelandangan, 511 pengemis, 303 WTS, 1.297 joki 3 in 1, 209 pak ogah, 18 anak jalanan, 246 preman, 41 orang gila, 203 pemulung, 147 juru parkir liar, 144 tukang becak, 32 becak gerobak, 237 pengguna narkoba, 214 terjaring OYK, serta 52 lainnya penjudi.

Sedangkan 24.027 berupa peralatan yang disita oleh petugas berupa gerobak, spanduk, reklame, keping VCD/CD, bendera, serta minuman keras (Miras) dari beberapa merek. Berapa orang yang diamankan dan ribuan peralatan yang disita, diperoleh dari penertiban yang dilakukan sejak Februari-Desember 2008 ini.

Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, mengatakan penertiban yang dilakukan selama ini menjadi bukti jika Pemkot Jakpus serius mengatasi permasalahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Usaha Pemkot Jakpus yang dilakukan bersama Musyawarah Pimpinan Kota (muspiko) telah membuah hasil. Buktinya, beberapa titik daerah rawan kejahatan di Jakpus dapat ditertibkan.

Khusus Operasi Yustisi Kependudukan (OYK), Sylviana meminta kepada aparat terkait (Sudin Dukcapil dan Sudin Tramtib) untuk memaksimalkan OYK pada malam hari. “OYK malam harus lebih di optimalkan untuk menekan tingginya tingkat kekerasan di Jakarta Pusat,” ucap Sylviana saat membuka acara peluncuran Media Centre di Kantor Walikota Jakpus, Selasa (30/12).

Walikota menjelaskan, penertiban yang dilakukan mengantarkan Pemkot Jakpus meraih beberapa penghargaan dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), antara lain Piala Adipura beberapa waktu lalu. Hal tersebut pantas diberikan lantaran beberapa titik yang awalnya menjadi tempat PKL kini beralih fungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Kita patut bersyukur mendapatkannya. Tapi yang sulit adalah mempertahankannya,” jelas Sylviana.

14 Penghargaan telah di raih oleh Pemkot Jakpus selama 9 bulan masa kepemimpinan Sylviana, antara lain meraih Piala Adipura oleh Presiden RI, MURI untuk Wanita Pertama sebagai Walikota di ibukota negara, Piala Citra Pelayanan Terpadu Terbaik tk. Nasional (Sudin P2B Jakpus), Pelayanan Terpadu Terbaik Tk. Provinsi (Walikota Jakpus), Juara 1 Lomba P2WKSS tk. Provinsi untuk Kel. Kramat, Juara 1 Lomba Sekolah Sehat Tk. Prov. untuk SMPN 40 Jakpus, Juara 1 Lomba Gugus Tk. Prov DKI untuk SDN 02 Menteng, Juara 2 untuk Gerakan saying Ibu Kec Sawah Besar, Lurah Berprestasi Terbaik Tk. Provinsi untuk Lurah Kenari, Camat Berprestasi Terbaik Tk. Provinsi untuk Camat Menteng, Pelayanan Terbaik Tk. Provinsi (untuk Sudin Kependudukan & Catatan Sipil Jakpus), dllsbg.nya

Sementara, untuk menertibkan kawasan agar sesuai peruntukan, Pemkot Jakpus telah menerbitkan 526 Surat Perintah Bongkar (SPB), pembongkaran terhadap 43 bangunan yang menyalahi perizinan dan menyalahi Rencana Umum Tata Ruang (RUTR). Selain itu, Sudin P2B telah mengeluarkan sebanyak 521 Surat Perintah Penghentian Pekerjaan Pembangunan (SP4), 527 penyegelan bangunan, serta 40 proses yustisi. “Kami akan terus bertindak tegas terhadap pemilik bangunan yang tidak dilengkapi izin,” janji Sulastomo, Kasudin P2B Jakpus.

Leave a comment »

Selamat Hari Natal 2008, Tahun Baru 2009 dan Tahun Baru Hijriyyah 1430 H

Amankan 156 Gereja, JaSelamat Natal 2008, Tahun Baru 2009 dan Tahun Baru Hijriyyah 1430 Hkpus Kerahkan 1.500 Petugas

Untuk menjamin perayaan Natal dan tahun baru 2009 berjalan lancar, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) melakukan koordinasi dengan sejumlah petugas keamanan. Jumlah gereja yang mencapai 156 unit, membuat Pemkot Jakpus perlu mengerahkan 1.500 petugas gabungan. Terhitung Selasa (23/12), seluruh petugas sudah melakukan penjagaan di setiap gereja.

Petugas gabungan dari Polisi Daerah Metro Jaya (polda), Polres Jakpus, polsek, dan Suku Dinas Ketentraman dan Ketertiban Jakarta Pusat (sudin Tramtib Jakpus) yang terlibat pengamanan malam Natal, akan ditempat di gereja dan sejumlah titik vital. Dalam apel gelar pasukan kesiapan pengamanan Natal dan tahun baru, seluruh petugas dipesan jangan ragu bertindak tegas.

Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni yang turut hadir dalam kesiapan pengamanan Natal menyatakan, setiap petugas keamanan harus bisa melakukan tindakan preventif untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban yang dapat meresahkan masyarakat. “Petugas keamanan jangan ragu-ragu bertindak tegas dalam menangani setiap pelanggaran yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas serta meresahkan masyarakat,” tegas walikota kepada petugas keamanan pada apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan pengamanan Natal 2008 dan Tahun Baru 2009, di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (23/12).

Petugas harus bisa mempelajari karakteristik kerawanan daerah masing-masing untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Koordinasi dengan instansi terkait dan satuan samping serta pengendali secara berjenjang harus diperhatikan sehingga dapat tercapai hasil optimal. “Utamakan tindakan preventif yang menitikberatkan pada tindakan kemanusiaan tanpa mengabaikan tindakan penegakan hukum yang terukur, proporsional, dan profesional,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga berharap kepada seluruh jajaran Polres Jakpus untuk melakukan pemberdayaan Pos Polisi dalam mensiasati dan mencermati setiap perkembangan wilayahnya. Sementara, untuk pengamanan dapat dilakukan oleh personil kepolisian dengan kekuatan yang seimbang memberdayakan masukan dari Pos Polisi setempat yang lebih mengetahui kerawanannya. Langkah tersebut perlu dilakukan mengingat eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban akhir-akhir ini mengalami peningkatan. “Teror masih menjadi ancaman utama yang perlu kita antisipasi terutama menjelang perayaan Natal dan tahun baru,” tandasnya.

Mantan dewan pakar pengurus Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengatakan, apel gelar pasukan kesiapan pengamanan Natal dan tahun baru ini perlu dilakukan guna menyamakan persepsi betapa pentingnya pengamanan Natal dan tahun baru 2009. Selain itu, apel ini juga menunjukan kepada masyarakat bahwa jajaran Muspiko Jakpus bersama Polda Metropolitan dengan segenap jajarannya akan mampu memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Di Jakarta Pusat terdapat 156 Gereja yang perlu mendapat pengamanan saat pelaksanaan perayaan Natal berlangsung. Untuk memberikan perlindungan keamanan kepada jamaat yang akan melaksanakan misa jajaran Muspiko Jakpus menerjunkan sekitar 1500 petugas gabungan terdiri dari unsur Polda, Polres, Polsek, Sudin Tramtib dan Linmas Pemkot Jakpus. “Mulai hari ini, mereka sudah mulai melakukan penjagaan. Diharapkan semua berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Usai melaksanakan apel, Sylviana Murni didampingi Wakil Kepala Polres Jakarta Pusat AKBP Angesta Romano Yoyol dan Dandim 0501 Jakpus Letkol Czi Diding Sutisna, serta sejumlah pejabat Pemkot Jakpus meninjau kesiapan pengamanan Gereja Katedral yang berada tepat di depan Masjid Istiqlal.

Gereja Immanuel Dilengkapi Metal Detector

Sementara itu, dari pantauan beritajakartacom, Selasa (23/12) siang di gereja Immanuel belum terlihat penjagaan yang ketat. Jemaat gereja bebas keluar masuk tanpa pemeriksaan oleh petugas. Sebuah pos keamanan tampak sudah dipersiapkan pengurus gereja.

Petugas keamanan Gereja Immanuel Yahya Poceratu mengaku, pengamanan ketat baru akan dilakukan mulai Selasa (23/12), pukul 16.00. Pengamanan akan melibatkan 96 petugas dari Kepolisian 65 personil, TNI 10 personil, Gerakan Pemuda (GP) Imanuel enam orang, masyarakat sekitar 10 orang, kotamadya (Pam Swakarsa) 10 orang, dan keamanan Gereja Imanuel 6 orang.

Yahya mengaku, pengamanan akan dilakukan dengan penjagaan ketat di dua pintu masuk, yakni pintu depan dan pintu belakang. Seperti tahun sebelumnya, ditambahkan Yahya, pada kedua pintu masuk tersebut akan dipasang metal detector, baik berupa pintu atau tongkat. “Kita juga tidak memberikan ijin barang bawaan yang bentuknya besar masuk ke dalam gereja. Maka harus dititipkan,” jelas Yahya pada didit

Pengamanan Natal dan Tahun Baru juga dilakukan Pemerintah Kota Jaksel. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 900 personel Tramtib Jaksel dikerahkan untuk mengamankan sejumlah objek vital mulai dari perumahan, kantor pemerintahan, hingga tempat ibadah seperti gereja dan masjid. Selain memperketat pengamanan sejumlah tempat itu, Sudin Tramtib juga melakukan koordinasi dengan petugas Polres Jakarta Selatan, menyebar sejumlah petugas untuk melakukan patroli wilayah sebagai bentuk kesiagaan terhadap aksi kejahatan. Bahkan, dalam patroli itu, petugas yang disebar dalam beberapa unit ini juga akan melakukan patroli di sejumlah jalan protokol seperti kawasan Setiabudi dan Kuningan.

“Sedikitnya ada 900 petugas Tramtib yang kita libatkan dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jakarta Selatan. Mereka kita terjunkan hingga ke tingkat kelurahan, dengan berkoordinasi dengan sejumlah petugas kepolisian setempat,” ujar Jurnalis, Kasudin Tramtib Jakarta Selatan kepada beritajakarta.com, Selasa (23/12).

Dari 900 petugas Tramtib yang diterjunkan, kata Jurnalis, 10 orang petugas akan ditempatkan di tiap-tiap kelurahan, 50 orang petugas akan ditempatkan di kecamatan, dan 200 petugas akan ditempatkan di tingkat Kotamadya Jakarta Selatan.

“Petugas inilah yang akan melingkar (patroli) wilayah setiap satu jam sekali, untuk memonitoring kondisi lapangan. Jika ada yang mencurigakan petugas bisa langsung berkoordinasi dengan petugas kepolisian,” terangnya.

Menurutnya, kesiagaan petugas ini merupakan bagian dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta terkait pengamanan malam Natal dan Tahun Baru 2009. Bahkan, selain gereja, pengamanan juga dilakukan terhadap sejumlah tempat ibadah lainnya seperti masjid dan vihara. “Tak kurang dari dua unit petugas dikerahkan menjaga masing-masing tempat ibadah. Satu unit petugas ini berjumlah sepuluh orang,” jelasnya.

Sejauh pengamatannya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda adanya gangguan keamanan yang berpotensi mengacaukan perayaan pergantian tahun tersebut. Semuanya, kata dia, saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Namun, begitu pihaknya tetap waspadai selama 24 jam penuh. “Untuk wilayah yang agak rawan seperti Setiabudi dan Kuningan, kewaspadaan kita tingkatkan karena di sana banyak kedutaan besar negara dan pusat perkantoran,” ujarnya.

Terkait banyaknya pemukiman yang kosong akibat ditinggal pemiliknya mudik, Jurnalis meminta kepada pemilik rumah untuk menitipkannya kepada RT, RW, ataupun saudara dan tetangga terdekat. Hal ini untuk menghindari adanya aksi pencurian. “Untuk barang berharga seperti mobil dan perhiasan ada baiknya dititipkan, jangan ditinggal di rumah yang memang sedang ditinggalkan mudik,” pesannya.

Leave a comment »

copy-of-dsc02728

Leave a comment »

Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon

ibu-ani-sby-bersalaman-dg-walikota-jakpus-1-des-2008-di-ancol1

Leave a comment »

Gubernur Resmikan Klinik Mata Gratis di Kemayoran

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US ZH-CN X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>

Beban ekonomi yang begitu tinggi membuat sebagian besar masyarakat melalaikan kondisi kesehatannya. Mahalnya biaya berobat membuat sebagian besar masyarakat harus berpikir ulang untuk pergi ke dokter. Namun, bagi warga Jakarta Pusat khususnya di Kecamatan Kemayoran, masalah tersebut bisa teratasi dengan diresmikannya klinik pengobatan mata gratis di Jl Utanpanjang Raya III No 6B. Klinik yang terletak di sisi Kali Jiung ini akan melayani pengobatan hingga operasi secara gratis.

Klinik mata dibawah naungan Yayasan Prem Prakash Mandal ini juga melayani operasi katarak secara gratis. Bahkan dalam tiga tahun belakangan, klinik ini setiap bulannya melayani 40 operasi katarak. Suatu yang mulia jika warga keturunan India ini mempunyai tujuan, membebaskan Jakarta dari kebutaan.

Fauzi Bowo yang meresmikan langsung klinik tersebut mengatakan, klinik pelayanan kesehatan mata hingga operasi katarak yang diberikan kelompok usaha keluarga Gope Samtani, merupakan inisiatif yang luar biasa. Apalagi, pelayanan yang diberikan tanpa dikenakan biaya sepeserpun. “Kepedulian warga Jakarta terhadap saudaranya ini yang perlu mendapat dukungan,” katanya, Sabtu (6/9) pagi. Dikatakannya, selama ini penyakit katarak yang bisa menyebabkan kebutaan belum tersosialisasi dengan baik. Sehingga, masih banyak orang yang menganggap remeh penyakit katarak, terlebih penyakit diabetes.

Dijelaskannya, penyakit yang ditandai dengan kadar gula yang tinggi, khususnya hormon dalam darah yang ada di dalam tubuh dapat menyebabkan komplikasi terutama pada mata, jantung, dan ginjal. Penyakit ini, kata Fauzi sering juga dialami oleh penduduk usia muda. Penyebab kebutaan ini, tentu perlu mendapat perhatian khusus bagi kita semua terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan sosialisasi dan pengobatan. Pasalnya, masih banyak penduduk yang ragu memeriksakan diri hingga akhirnya pada saat penyakit itu sudah sampai pada tahap yang memprihatinkan baru di obati.

Karena itu, tegas Foke, ia sangat menyambut baik didirikannya klinik kasih sayang spesialis mata oleh Yayasan Prem Prakash Mandal. Kegiatan pengobatan mata yang dilayani klinik ini merupakan kegiatan yang tidak mudah, terlebih biaya pelayanan kesehatan mata ini memerlukan dana yang tidak sedikit. “Saya gembira, bahwa kegiatan ini merupakan bagian Corporate Social Responsibiliti (CSR) yang ada dalam kelompok keluarga Samtani,” ujarnya. Ia berharap, pelayanan kesehatan mata secara cuma-cuma ini tidak hanya ada di Jakarta Pusat saja, tapi menyebar di seluruh Jakarta hingga di tiap kecamatan.

Sementara itu, Gope Samtani Ketua Yayasan Prem Prakash Mandal mengatakan, inisiatif didirikannya klinik kasih sayang yang melayani pengobatan mata hingga operasi katarak ini hasil kerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang sudah di jalaninya selama tiga tahun. Selama tiga tahun itu, kata Samtani, setiap bulan pihaknya melayani hingga 40 operasi katarak. “Atas dasar itulah, kami mendirikan klinik pengobatan mata gratis. Tujuannya untuk membebaskan Jakarta dari kebutaan,” ujarnya. Selain klinik spesialis mata, lanjut Samtani, untuk membantu beban keluarga kurang mampu di Jakarta, pihaknya juga berencana akan membangun klinik kasih sayang kedua yang akan melayani cuci darah gratis. “Setelah pelayanan mata gratis, rencananya kami juga akan membangun klinik cuci darah gratis,” katanya.

Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sangat menyambut baik didirikannya klinik pelayanan kesehatan mata gratis itu. Bahkan pihaknya akan bekerjasama mengadakan pelayanan kesehatan mata gratis. “Kita akan mencari lagi pasien-pasien katarak, dan akan diberikan pelayanan gratis tanpa bayar. Kalau perlu, kita akan bebaskan katarak di Jakarta Pusat,” ungkapnya.

Leave a comment »

Karir Sylviana Murni Dibukukan

sylvianamurni_bedahbuku

Karir Sylviana Murni Dibukukan

BERITAJAKARTA.COM — 11-11-2008 18:04

Sebagai walikota perempuan pertama di DKI Jakarta, Sylviana Murni semakin menunjukan performanya dalam memangku jabatan tertinggi di Jakarta Pusat. Bahkan, perjalanan karir mantan none Jakarta tahun 1981 itu dibukukan dengan judul Pendidikan yang Memerdekakan.

Dan dalam bedah buku yang dilaksanakan di Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpumda) DKI Jl Rangkayo Rasuna Said, Jakarta, Kav 22 C Gedung Nyi Ageng Serang Lt7, Selasa (11/11), Sylviana Murni lebih dilihat sebagai sosok perempuan yang lincah, gesit, dan enerjik serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pimpinan.

Karena itu, tak mustahil dalam buku setebal 251 halaman yang ditulis Saiful Anam itu lebih mengabadikan sejarah perjalanan Sylviana Murni saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta hingga menduduki kursi Walikota Jakarta Pusat. Dalam bedah buku tersebut, dihadiri Baidowi Dirjen Pendidikan Nasional Departemen Pendidikan, sejumlah kepala sekolah dari tingkat SD hingga SMA di Jakarta, Pustakawan, dan sejumlah pengamat. Bahkan, Guru senior, Arief Rachman, tampil sebagai narasumber.

Menurut penulis, tak banyak pejabat yang memiliki sikap seperti itu. Sylviana Murni, juga memiliki karakter yang bagus dalam bergaul dan juga memiliki komitmen yang kuat dalam dunia pendidikan. “Sylviana Murni merupakan salah satu tokoh yang punya komitmen tinggi pada dunia pendidikan, ia juga berpedoman pada manajerial sebagai kunci keberhasilan organisasi. Tak hanya itu, ia juga punya prinsip 2R yaitu religi dan regulasi, jadi dia tak mau terima laporan asal ibu senang,” kata Saiful Anam.

Pengakuan itu, lanjut Saiful, terungkap saat pertama kali Sylviana Murni memangku jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta. Pada saat itu ia langsung dihadapkan dengan kasus tukar guling SMP Negeri 56 Jakarta. Kasus ini mampu diselesaikannya dengan damai, melalui pendekatan dari hati ke hati.

Selain kasus di atas, walikota perempuan pertama se Indonesia itu juga sukses meluncurkan program pendidikan gratis khususnya program Biaya Operasional Pendidikan (BOP), rehabilitasi sekolah rusak, meningkatkan tingkat kelulusan, mencegah kebocoran dan sebagainya.

Tak hanya itu, saat Dinas Dikdas Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinannya, secara nasional angka kelulusan pendidikan dasar di DKI Jakarta berada pada posisi teratas. Data dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Departemen Pendidikan Nasional, kelulusan siswa SMP di Jakarta pada tahun 2006 mencapai 99,84 persen. Angka kelulusan ini jauh lebih bagus dari pada tahun 2004/2005 yang angka kelulusannya hanya mencapai 96,93 persen.

Secara internal, Sylviana Murni, juga termasuk pemimpin yang sukses mendongkrak kesejahteraan guru di DKI Jakarta, dari Rp 700 ribu menjadi Rp 2,5 juta per bulan. “Tahun 2003, tunjangan guru hanya Rp700 ribu dan secara bertahap sejak Sylviana menjadi Kadis Pendidikan Dasar gaji guru terus naik. Tahun 2004 Rp 1 juta, Tahun 2005 Rp1,5 juta, Tahun 2006 Rp 2 juta dan Tahun 2007 menjadi Rp 2,5 juta,” terangnya.

Sementara, Arief Rachman, pengamat pendidikan menjelaskan, masih banyak kekurangan terdapat dalam buku yang berjudul ‘Pendidikan Yang Memerdekakan’ karena itu penulis harus lebih banyak belajar lagi, utamanya dalam memberikan tampilan buku.

“Sepintas saya lihat buku yang berjudul Pendidikan Yang Memerdekakan dengan penulis Dr Hj Sylviana Murni SH, M.Si, itu tentu sangat memukau. Tapi setelah saya buka isinya ternyata penulisnya adalah Syaiful Anam, berarti buku ini judulnya Dr Hj Sylviana Murni SH, M.Si, Pendidikan Yang Memerdekakan. Isinya pun hanya pengalaman pribadi,” tandasnya.

Karena itu, ia berharap penulis harus lebih banyak belajar membuat tampilan agar apa yang ingin disajikan dalam tulisannya bisa terekam di tampilan awal.

 

Reporter: sahruddin sahrudin

Comments (2) »

jaket-pendidikan-memerdekaan-final                                                   Komunitas Pendidikan yang saya banggakan,

Bila berminat untuk hadir pada acara Bedah Buku ini, silakan datang pada :

Hari/Tanggal: Selasa 11 November 2008

W a k t u : 09.30 sd 11.00 wib.

Tempat : Aula Minat Baca, Gedung Nyi Ageng Serang, Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan Jakarta

Pembicara/Penulis : Saiful Anam/Wartawan Pendidikan

Pembahas : Prof. Dr. Arief Rahman, MPd.

Leave a comment »