04-02-2009 16:59
Saat seseorang menduduki posisi penting pada umumnya selalu ditafsirkan berkantor di ruangan mewah yang dilengkapi berbagai fasilitas. Namun tidak demikian dengan Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni. Sejak mendapat teguran keras dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mantan None Jakarta ini, kini mempunyai kontor baru di sebuah tenda ukuran 3 x 6 meter di sisi barat Monas.
Namun patut dicatat, tidak selamanya orang nomor satu di Jakarta Pusat ini bakal berkantor di Monas, melainkan hanya beberapa waktu saja. Kebutuhan tempat kerja di areal Monas tidak lain untuk membuktikan keseriusan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat memperbaiki berbagai fasilitas Monas yang rusak. Seluruh perbaikan di kawasan itu ditargetkan rampung sebelum dua minggu terhitung sejak Kamis (29/1) lalu. “Sejak kemarin (Selasa-red) saya sudah berkantor di sini. Dengan berkantor di sini, saya bisa terus memantau perbaikan fasilitas Monas yang masih kurang,” kata walikota, di kantor barunya, Rabu (4/2).
Bahkan, di dalam sebuah tenda dengan fasilitas sederhana itu, Sylviana Murni tidak canggung-canggung menerima sejumlah tamu dari berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. “Di ruang ini saya sudah kedatangan sejumlah tamu, diantaranya dari Corporate Forum For Community Depelopment (CFCD) dan dari Emosional Spiritual Quotion (ESQ),” terangnya.
Kedatangan mereka, kata walikota, bertujuan menawarkan jasa kerja sama untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih kawasan Monas. Kendati demikian, tidak semua tawaran itu bakal langsung diterima, melainkan akan dipelajari terlebih dahulu. “Mereka minta dijadwalkan untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih di areal Monas. Sebelum dijadwalkan, terlebih dahulu akan dipertimbangkan dampaknya. Jadi, tidak semua yang ditawarkan langsung kita diterima begitu saja. Kita akan lihat dulu dampaknya,” kata Sylviana Murni.
Sedangkan yang sudah diterima dan telah dijadwalkan, diantaranya kegiatan bersih-bersih oleh siswa SMP dan SMA yang akan dilaksanakan pada hari Minggu 8 Februari 2009. Dan sekaligus apel terkait penilaian program Bangun Praja (Adipura). Kemudian, pada hari Jumat, 13 Februari 2009, akan dilaksanakan senam kesegaran jasmani (SKJ) oleh para Dekel se-Jakarta Pusat dan dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih Monas. Sedangkan, pada hari Minggu 15 Februari 209, akan dilaksanakan kegiatan bersih-bersih oleh para alumni ESQ 165.
Selain menerima sejumlah tamu, di dalam kantor yang berbentuk tenda berwarna putih itu, walikota juga menggelar rapat internal bersama para asisten, camat, dan sejumlah kepala suku dinas. “Ya, tadi saya habis rapat di sini,” kata Sylviana Murni, di dampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tihang Helmi.
Untuk melakukan penataan dan perbaikan sejumlah fasilitas Monas yang rusak, Sylviana Murni mengaku sudah melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat dinas, diantaranya Dinas Kebersihan DKI dan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI. Dinas Kebersihan DKI rencananya akan menambah 200 tempat sampah, sedangkan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI saat ini tengah memperbaiki sejumlah pedestrian dan taman yang rusak.
Jika semua fasilitas yang rusak sudah diperbaiki, walikota berjanji akan segara membuat jadwal pemeliharaan dan perawatan Monas. Dan peninjauan lokasi diwajibkan dilakukan paling lama sebulan sekali. “Modelnya, membagi tugas menjadi empat sektor sesuai dengan jumlah asisten yang ada di jajaran Pemkot Jakpus,” ungkapnya.
Masing-masing asisten akan membawahi dua kecamatan yang nantinya akan bertanggungjawab terhadap sektor yang ditugaskan. “Mereka juga akan melibatkan unsur masyarakat dalam melaksanakan kegiatan bersih-bersih Monas,” tuturnya. Ketika ditanya sampai kapan berkantor di areal Monas, Sylvi mengatakan belum menentukan batas waktunya. “Bisa dua minggu, bisa lebih, enjoy saja,” ujarnya.
Pantauan beritajakarta.com, Rabu (4/2) sejumlah fasilitas Monas yang rusak seperti pedestrian taman sedang diperbaiki sejumlah petugas. Mereka membongkar sejumlah paving block yang rusak dan menggantinya dengan yang baru termasuk menanam rumput taman di tempat-tempat yang gundul.



Selama 2008, Suku Dinas Ketentraman dan Ketertiban Jakarta Pusat (Sudin Tramtib Jakpus) tak pernah berhenti melaksanakan penertiban berbagai pelanggaran. Sepanjang tahun ini, sedikitnya telah menertibkan 6.264 pelanggar dan 24.027 unit peralatan telah diamankan petugas dari beberapa kegiatan penertiban.
kpus Kerahkan 1.500 Petugas

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US ZH-CN X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–> 
